Friday, December 20, 2013

Apakah Aku Sahabatmu?

    Hai, namaku Kania Angelina. Panggil aku Kania. Aku lahir pada tanggal 24 September 2001. Kini, aku sudah kelas VI. Di sekolah, di antara semua teman-teman sekelasku, aku paling dekat dengan empat orang teman dekatku, yaitu Naisha, Kirana, Aulia, dan Anita. Tetapi, aku lebih tua daripada mereka semua. Mereka lahir pada tahun 2002.

    Pagi yang cerah dan indah ini, ketika burung-burung berkicau dengan merdunya dan mentari bersinar dengan hangatnya membuat tubuh terasa segar. Aku bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Oh ya, hari ini adalah hari pertamaku di semester II. 

Berjuang Meraih Mimpi

    Sejak pertama sekolah kelas dua, Mama bilang aku harus belajar dengan sungguh-sungguh supaya masuk 10 besar. Biasanya kan, kalau anak baru tidak pintar atau pintar tetapi masih belum bisa menyesuaikan diri dengan pelajaran yang ada di sekolah barunya. Tetapi, kalau aku bisa langsung memahami pelajaran-pelajaran yang ada di sekolah. Aku pun dibelikan buku latihan soal oleh Mama. Oh ya, sebelum tidur di lantai atas, kan di lantai bawah tidak ada meja belajar. Maka, aku belajar di meja rias. Hehehe... Kalau mau belajar, harus menyediakan kursi, yaitu kursi dari meja makan.

    Aku mengisi soal yang ada di buku latihan soal lalu setelah selesai mengisi soal-soal itu, diperiksa oleh Mama. Sebagian besar, nilainya 100. Oh ya, walau waktu itu aku masih anak baru, tanpa diduga, ternyata aku masuk 10 besar. Malah, jadi ranking 4! Sudah baguslah! Akan tetapi, waktu kelas tiga, kelas 2A dan kelas 2B digabung menjadi satu kelas! Karena aku dari kelas 2B, aku merasa kalau kelas 2A itu pintar-pintar. Maksudnya, aku mengira kalau kelas 2A itu hanya untuk anak-anak pintar dan kelas 2B untuk anak-anak yang tidak terlalu pintar. Setelah menjadi satu kelas, ternyata enggak juga, sih. Ada yang bisa aku kalahkan nilainya. Alhasil, aku masuk 10 besar lagi, meskipun aku tidak tahu ranking keberapa. Yang pasti, namaku disebut oleh wali kelasku waktu kelas tiga kalau aku masuk 10 besar.

Sunday, November 24, 2013

Yang Aku Tunggu Ketika Mama Membuat Bubur

    Tiap pagi, Mama selalu pergi ke dapur untuk membuat bubur dari daging, nasi dan sayuran untuk dimakan Maira, adikku. Dan... Setiap saat itu, aku menunggu sesuatu, yaitu sisa bubur yang disaring. Aku suka sekali dengan bubur yang Mama buat. Rasanya enak, walau pakai sayuran brokoli, tetapi rasa dagingnya membuat buburnya tambah enak. Buburnya tidak memakai gula sedikitpun, tetapi rasanya manis karena buburnya memakai wortel.

Saturday, November 2, 2013

Pekan Kreatifitas Siswa 2013 yang Menyenangkan!

    Beberapa hari yang lalu di bulan Oktober, tepatnya hari Rabu, 30 Oktober 2013, sekolahku mengadakan acara Study Tour ke Monumen Nasional dan Museum Lubang Buaya. Aku sudah mempersiapkan barang-barang yang kubutuhkan sejak Selasa, 29 Oktober 2013. Hehe... Sebenarnya tanggal 29 Oktober itu adalah hari ulang tahun temanku, Riska. Katanya, dia akan mentraktirku besoknya. Ya sudah, kembali ke cerita...
    Pagi-pagi pukul 03 : 45, sebelum alarm berbunyi, aku sudah bangun karena kepikiran tentang Study Tour beberapa jam lagi. Aku pun menunggu sampai pukul 04 : 00, ketika alarm berbunyi. Kriiiing... Kriiiing... Aku langsung mematikan alarm dan lekas bangun dari tempat tidur. Aku keluar kamar lalu membuat bekal, yaitu nasi goreng dan roti isi selai coklat dan chocolate sprinkles dan membungkusnya dengan plastik press. Setelah selesai membuat bekal, aku sarapan nasi dan nugget pada pukul 04 : 30. Aku pun mandi lalu memakai baju khusus yang diberikan dari sekolah, kaos merah bertuliskan "Pekan Kreatifitas 2013 SD Negeri Cinangka 01". Bawahannya rok putih yang kelonggaran untukku dan akhirnya roknya diperkecilkan dengan cara ditusuk dengan peniti yang besar.
    Setelah bersiap-siap, aku segera memakai kaos kaki putih dan sepatu hitam. Saat itu sudah pukul 05 : 30. Aku pun berangkat dengan berjalan kaki dan diantar Mama sampai depan warung makan masakan Padang. Sesampai di sekolah, aku bertemu dengan Martina yang... Memakai topi! Ya ampun! Topi ku tertinggal di rumah. Aku meminta tolong Martina untuk mengantarku mengambil topi di rumah. Untung di sekolah, temanku yang sudah berangkat baru hanya Dwi yang berseru bahwa aku ribet banget bawaannya, Agam, Aila, Bimo, Nurul, Martina, dan yang lainnya. Di jalan pulang untuk mengambil topi, aku mengobrol dengan Martina.

Sunday, September 15, 2013

Kumpulan Puisi-Puisi Karya Ashira.

    Ini adalah puisi-puisi buatanku dan asli tanpa menyontek. Tapi, maaf ya bagi yang merasa puisinya mirip-mirip dengan karya orang lain.

    Pahlawanku

Dilahirkan untuk berperang
Bertahun-tahun mengusir penjajah
Memiliki semangat yang tak pernah hilang
Itulah engkau pahlawanku.

Hidupmu dipenuhi siksaan kejam para penjajah
Rasa menderita yang terus-menerus
Namun, semua itu tak pernah kau pedulikan
Engkau rela mengorbankan nyawa dan harta demi Indonesia.

Kini, berkatmu Indonesia telah merdeka
Rakyatnya damai dan makmur
Sayangnya, engkau tak dapat menikmatinya
Tapi, arwahmu telah bahagia di sisi Tuhan.

Monday, August 5, 2013

The Mysterious House 4

    Aku mengajak Kak Lily ke kamarku. Sebelum aku dan Kak Lily masuk, aku sudah melihat Michael pergi ke arah lain. Kak Lily menepuk pundakku. Aku menoleh.
    " Sebenarnya ada apa, sih?" tanya kakakku .
    " Ngg... Kan aku lihat hantu, dan hantu itu mau merasuki Kakak, jadi aku ajak Kakak menghindar. Dan sekarang Kakak aman," jawabku menjelaskan.
    " Kamu kok bisa melihat hantu? Bukankah kamu pernah bilang kepadaku bahwa kamu beruntung tidak bisa melihat hantu yang menyeramkan?" tanyanya lagi.
Aku hanya menaikkan bahu. Tidak ingin rahasiaku terbongkar. Aku meninggalkan Kak Lily di kamarku yang sedang melamun kebingungan. Tiba-tiba aku mendengar suara teriakan Ibu dari bawah. Aku mencari asal suara tersebut di lantai satu. Aku melihat Ibu berbaring pingsan di lantai dapur. Sepertinya Ibu sedang menyapu. Itu terlihat karena Ibu berbaring sambil memegang sapu. Aku cemas. Aku segera memanggil Michelle. Ia lalu berkata di dalam pikiranku : " Ibumu telah kerasukan kakakku," ujar Michelle lalu keluar dari tubuhku. Ia menaruh tangannya di dada Ibu. Michelle sudah seperti orang yang sering menyembuhkan orang yang kerasukan. Entah apa namanya. Aku lupa. Akhirnya, setelah entah apa yang dilakukan Michelle, Ibu pun sudah pulih kesadarannya. Lalu Ibu bangkit dan naik tangga sambil berjalan tehuyung-huyung. Michael pergi sambil menatap aku dan Michelle dengan tajam. Lalu aku melihat Michelle menatap Ibu yang sedang berjalan. Ada apa dengannya?

Wednesday, July 31, 2013

The Mysterious House 3

    Akhirnya, aku sampai ke sebuah toko yang gelap dan tidak jauh dari sekolahku. Sesampai di depan pintu toko yang gelap gulita itu, tubuh ku kini sudah bisa bergerak dengan bebas lagi. Aku segera melarikan diri dari toko itu.
    " Hei, tunggu!" teriak seseorang dengan suara yang merintih.
Aku menoleh, ada seorang kakek yang sepertinya pemilik toko itu. Aku menghampirinya.
    " Ada apa, Kek?" tanyaku heran.
    " Ayo, masuk dulu. Aku ceritakan di dalam," ujar kakek pemilik toko.
Ia menuntunku ke dalam dan mempersilakan duduk di atas karpet berwarna coklat bermotif tutul-tutul.
    " Kata dia...," ucap Kakek memulai sambil menunjuk ke samping sofa kecil yang sedang ia duduki.
    " Siapa?" tanyaku heran.
    " Ternyata kau tak bisa melihatnya. Dia adalah seorang hantu. Namanya Michelle. Kau sudah pernah menerima suratnya, bukan? Akulah yang menulisnya," kata Kakek.

Monday, July 29, 2013

The Mysterious House 2

    Setelah selesai minum teh bersama, aku segera mengambil handuk lalu ke kamar mandi untuk mandi. Sehabis itu, aku ke kamar lalu belajar di meja belajar. Tiga hari lagi, aku akan besekolah karena saat ini aku sedang libur semester pertama. Jadi, aku sudah kelas 5 semester 2. Walau sudah pindah rumah, aku tetap bersekolah di sekolah yang biasa. Nanti aku bersekolah dengan mobil karena rumahku dengan sekolah menjadi semakin lebih jauh.

Esoknya...
" Hah!" aku terbangun karena bermimpi buruk. Kulihat sudah pukul 05:45.
Aku segera memakai jaket dan celana panjang untuk olahraga atau bisa disebut celana training. Aku ke bawah dan sudah ada Ayah dan Kak Lily menungguku untuk lari pagi. Sedangkan Ibu memasak untuk sarapan. Kata Ibu, hari ini Ibu akan menyewa pembantu. Segera aku keluar gebang menyusul mereka yang sudah berada di luar gerbang.

Sunday, July 28, 2013

The Mysterious House

   Perkenalkan, namaku Emilia. Panggil aku Emily. Aku sudah berumur 10 tahun. Aku tinggal bersama Ibu, Ayah, dan kakakku, Kak Lilliane atau Lily.
     Pada suatu hari, aku dan sekeluarga akan pindah rumah karena rumahku akan dibeli oleh keluarga Danners, keluarga teman Ayah. Sedangkan aku dan keluarga akan pindah ke rumah yang sudah lama dibiarkan kosong. Kabarnya rumah itu berhantu. Hiii... Jadi takut. Tapi aku berusaha melupakan itu. Menurut kabar, rumah yang akan kutinggali itu sudah sangat tua. Namun, dindingnya masih tetap kokoh. Konon, waktu rumah itu masih dihuni, hiduplah keluarga kecil, yaitu ayahnya, dan dua anak kembarnya. Ketika ayahnya sedang mencari nafkah, ibu kandung si dua anak kembar yang sudah bercerai dengan suaminya itu membunuh dua anaknya di sebuah kamar. Lalu, jenazahnya disembunyikan di bawah kolong tempat tidur. Dan ketika ayahnya sudah pulang, ia kebingungan mencari kedua anak kembarnya. Lalu, setelah dicari, ia menemukan jenazah kedua anaknya yang berlumuran darah di bawah kolong tempat tidur. Ia kecewa, lalu bunuh diri dengan terjun dari jembatan lalu tenggelam di sebuah sungai. Begitulah ceritanya...

Sunday, January 6, 2013

BANJIR

Aku mempunyai pengalaman saat aku masih berumur 5 tahun. Pengalamanku yaitu rasanya ketika banjir datang. Waktu itu, ketika di rumah sedang banjir, aku selalu di lantai 2. Makan di lantai 2, bermain di lantai 2, semuanya melakukan di lantai 2. Aku selalu minta untuk ke bawah. 

Hingga pada suatu hari, aku di ajak turun ke bawah. Aku senang sekali. Lalu aku mengambil sandal lamaku, lalu menuruni anak tangga. Kakiku masuk ke air. Dalamnya hanya semata kaki saja. Lalu, aku melewati lorong kecil menuju ruang tamu untuk mengintip dari balik jendela. Yang kulihat airnya seperutku dan banyak sampah. Aku bertanya, ”Mengapa bisa terjadi banjir? Kalau terjadi banjir, kenapa banyak sampahnya? “ Di sekelilingku tak ada yang menjawab.