Sunday, November 24, 2013

Yang Aku Tunggu Ketika Mama Membuat Bubur

    Tiap pagi, Mama selalu pergi ke dapur untuk membuat bubur dari daging, nasi dan sayuran untuk dimakan Maira, adikku. Dan... Setiap saat itu, aku menunggu sesuatu, yaitu sisa bubur yang disaring. Aku suka sekali dengan bubur yang Mama buat. Rasanya enak, walau pakai sayuran brokoli, tetapi rasa dagingnya membuat buburnya tambah enak. Buburnya tidak memakai gula sedikitpun, tetapi rasanya manis karena buburnya memakai wortel.

Saturday, November 2, 2013

Pekan Kreatifitas Siswa 2013 yang Menyenangkan!

    Beberapa hari yang lalu di bulan Oktober, tepatnya hari Rabu, 30 Oktober 2013, sekolahku mengadakan acara Study Tour ke Monumen Nasional dan Museum Lubang Buaya. Aku sudah mempersiapkan barang-barang yang kubutuhkan sejak Selasa, 29 Oktober 2013. Hehe... Sebenarnya tanggal 29 Oktober itu adalah hari ulang tahun temanku, Riska. Katanya, dia akan mentraktirku besoknya. Ya sudah, kembali ke cerita...
    Pagi-pagi pukul 03 : 45, sebelum alarm berbunyi, aku sudah bangun karena kepikiran tentang Study Tour beberapa jam lagi. Aku pun menunggu sampai pukul 04 : 00, ketika alarm berbunyi. Kriiiing... Kriiiing... Aku langsung mematikan alarm dan lekas bangun dari tempat tidur. Aku keluar kamar lalu membuat bekal, yaitu nasi goreng dan roti isi selai coklat dan chocolate sprinkles dan membungkusnya dengan plastik press. Setelah selesai membuat bekal, aku sarapan nasi dan nugget pada pukul 04 : 30. Aku pun mandi lalu memakai baju khusus yang diberikan dari sekolah, kaos merah bertuliskan "Pekan Kreatifitas 2013 SD Negeri Cinangka 01". Bawahannya rok putih yang kelonggaran untukku dan akhirnya roknya diperkecilkan dengan cara ditusuk dengan peniti yang besar.
    Setelah bersiap-siap, aku segera memakai kaos kaki putih dan sepatu hitam. Saat itu sudah pukul 05 : 30. Aku pun berangkat dengan berjalan kaki dan diantar Mama sampai depan warung makan masakan Padang. Sesampai di sekolah, aku bertemu dengan Martina yang... Memakai topi! Ya ampun! Topi ku tertinggal di rumah. Aku meminta tolong Martina untuk mengantarku mengambil topi di rumah. Untung di sekolah, temanku yang sudah berangkat baru hanya Dwi yang berseru bahwa aku ribet banget bawaannya, Agam, Aila, Bimo, Nurul, Martina, dan yang lainnya. Di jalan pulang untuk mengambil topi, aku mengobrol dengan Martina.