Wednesday, July 31, 2013

The Mysterious House 3

    Akhirnya, aku sampai ke sebuah toko yang gelap dan tidak jauh dari sekolahku. Sesampai di depan pintu toko yang gelap gulita itu, tubuh ku kini sudah bisa bergerak dengan bebas lagi. Aku segera melarikan diri dari toko itu.
    " Hei, tunggu!" teriak seseorang dengan suara yang merintih.
Aku menoleh, ada seorang kakek yang sepertinya pemilik toko itu. Aku menghampirinya.
    " Ada apa, Kek?" tanyaku heran.
    " Ayo, masuk dulu. Aku ceritakan di dalam," ujar kakek pemilik toko.
Ia menuntunku ke dalam dan mempersilakan duduk di atas karpet berwarna coklat bermotif tutul-tutul.
    " Kata dia...," ucap Kakek memulai sambil menunjuk ke samping sofa kecil yang sedang ia duduki.
    " Siapa?" tanyaku heran.
    " Ternyata kau tak bisa melihatnya. Dia adalah seorang hantu. Namanya Michelle. Kau sudah pernah menerima suratnya, bukan? Akulah yang menulisnya," kata Kakek.

Monday, July 29, 2013

The Mysterious House 2

    Setelah selesai minum teh bersama, aku segera mengambil handuk lalu ke kamar mandi untuk mandi. Sehabis itu, aku ke kamar lalu belajar di meja belajar. Tiga hari lagi, aku akan besekolah karena saat ini aku sedang libur semester pertama. Jadi, aku sudah kelas 5 semester 2. Walau sudah pindah rumah, aku tetap bersekolah di sekolah yang biasa. Nanti aku bersekolah dengan mobil karena rumahku dengan sekolah menjadi semakin lebih jauh.

Esoknya...
" Hah!" aku terbangun karena bermimpi buruk. Kulihat sudah pukul 05:45.
Aku segera memakai jaket dan celana panjang untuk olahraga atau bisa disebut celana training. Aku ke bawah dan sudah ada Ayah dan Kak Lily menungguku untuk lari pagi. Sedangkan Ibu memasak untuk sarapan. Kata Ibu, hari ini Ibu akan menyewa pembantu. Segera aku keluar gebang menyusul mereka yang sudah berada di luar gerbang.

Sunday, July 28, 2013

The Mysterious House

   Perkenalkan, namaku Emilia. Panggil aku Emily. Aku sudah berumur 10 tahun. Aku tinggal bersama Ibu, Ayah, dan kakakku, Kak Lilliane atau Lily.
     Pada suatu hari, aku dan sekeluarga akan pindah rumah karena rumahku akan dibeli oleh keluarga Danners, keluarga teman Ayah. Sedangkan aku dan keluarga akan pindah ke rumah yang sudah lama dibiarkan kosong. Kabarnya rumah itu berhantu. Hiii... Jadi takut. Tapi aku berusaha melupakan itu. Menurut kabar, rumah yang akan kutinggali itu sudah sangat tua. Namun, dindingnya masih tetap kokoh. Konon, waktu rumah itu masih dihuni, hiduplah keluarga kecil, yaitu ayahnya, dan dua anak kembarnya. Ketika ayahnya sedang mencari nafkah, ibu kandung si dua anak kembar yang sudah bercerai dengan suaminya itu membunuh dua anaknya di sebuah kamar. Lalu, jenazahnya disembunyikan di bawah kolong tempat tidur. Dan ketika ayahnya sudah pulang, ia kebingungan mencari kedua anak kembarnya. Lalu, setelah dicari, ia menemukan jenazah kedua anaknya yang berlumuran darah di bawah kolong tempat tidur. Ia kecewa, lalu bunuh diri dengan terjun dari jembatan lalu tenggelam di sebuah sungai. Begitulah ceritanya...