Sunday, November 24, 2013

Yang Aku Tunggu Ketika Mama Membuat Bubur

    Tiap pagi, Mama selalu pergi ke dapur untuk membuat bubur dari daging, nasi dan sayuran untuk dimakan Maira, adikku. Dan... Setiap saat itu, aku menunggu sesuatu, yaitu sisa bubur yang disaring. Aku suka sekali dengan bubur yang Mama buat. Rasanya enak, walau pakai sayuran brokoli, tetapi rasa dagingnya membuat buburnya tambah enak. Buburnya tidak memakai gula sedikitpun, tetapi rasanya manis karena buburnya memakai wortel.

    "Kalau Ade makan bubur Maira terus, maka Ade akan menjadi sehat dan kuat," begitu kata Mama.
    Mama bilang, buburnya tidak memakai bahan kimia karena buatan sendiri. Bahannya cuma daging ayam atau daging sapi, brokoli, wortel, nasi, dan tentunya air. Dagingnya diiris kecil-kecil, brokolinya juga dipotong-potong, wortelnya juga sama. Lalu, airnya dididihkan dalam panci dan bahan-bahan lainnya dimasukkan ke dalam panci bersama air. Setelah daging, brokoli, dan wortelnya matang, di angkat, lalu di blender. Setelah itu, disaring. Sisanya yang masih ada di saringan ditaruh di dalam mangkuk lalu aku makan.
    Terkadang, kalau Maira sudah kenyang dan masih ada sisanya, Mama kasih, deh ke aku. Aku suka sekali buburnya Maira. Sebetulnya, aku lebih suka makan bubur instan. Tetapi, kata Mama lebih sehat bubur buatan sendiri atau non-instan. Tetapi, tak apalah. Yang penting enak daripada enggak enak... Maka setiap hari, aku akan terus menunggu jatah bubur untukku :)...

10 comments:

Sary Melati | @saryahd said...

Hm, ade nulis ini, pasti terinspirasi cerita di blog mama deh. iya kan? :D

Irowati said...

Duh maa...bkin yg banyak dong biar ade kebagian...kasian dong klo nunggu sisa terus..hihi...

nathalia cornelis said...

pintar ade udah punya blog ya, jaman segitu aku masih maen2 hiksss pan blom punya kompi mahal bowww

ani rose said...

pinternya ade nulis ... nanti-nanti coba bikin bubur kayak yang mama bikin, biar ade juga pinter masak kayak mama hehe ...

Hanna HM Zwan said...

uwahhhh....sukses selalu ya ade,wah tante jd penasaran nih sama bubur buatan mama ^^

Ida Nur Laila said...

calon penulis hebat nih...

IrmaSenja said...

aiiihhh, kakanya juga suka bubur buatan mama buat maira ya :)

Heni Prasetyorini said...

tulisannya bagus ashira :)
kalau tante dulu suka makan buburnya anak tante. pake wortel, kaki ayam, beras, udah deh. kaki ayam bekas bubur ini enaaak sekali rasanya

fitri anita said...

Aduh pinter nih Ashira kayak mama banget...buburnya adik enak ya...

Istiadzah Rohyati said...

Aaiiiih enaknya, kalo ada bubur nyisa, Kakak yang ngabisin. ^_^
Betul kata Mama, tuh, Kak. Bubur buatan Mama sendiri lebih sehat daripada bubur instan. Kan, nggak pakai bahan kimia. :)))