Tuesday, June 24, 2014

Pentas Seni Pelepasan Kelas VI dan Kenaikan Kelas

    Kemarin, sekolahku mengadakan acara Pentas Seni Pelepasan Kelas VI dan Kenaikan Kelas. Paginya, aku malah bangun jam setengah enam. Aku segera mandi dan sarapan. Aku memakai baju batik berwarna hijau dan rok panjang berwarna putih. Lalu, beberapa menit kemudian setelah aku siap-siap, Riska datang menjemput. Dan ketika aku melihat Riska, aku teringat dengan pidato yang aku ketik semalam. Aku segera mengambilnya di box-ku. Aku berpesan sama Mama untuk menontonku nanti.

    Sampai di sekolah, yang baru sampai di sekolah (teman-temanku, selain aku, Riska, dan Martina) yaitu Dewa. Kemudian, kami bantu-bantu. Lalu, setelah sudah banyak yang datang, aku duduk di kursi penonton sambil main HP Riska. Aku dan teman-teman bolak-balik ke sana kemari, kalau tidak mondar-mandir, ngobrol sama teman yang lain. Tak berapa lama kemudian, Mama datang ke sekolah. Saat itu, 3 anak kelas 5, Nanda, Indah, dan Fidi sedang tampil menarikan tarian dengan lagu Apuse dan Yamko Rambe Yamko. Dandanannya persis seperti orang Papua. Kemudian, aku masuk ke kelas enam untuk menerima
nasi box. Nasi boxnya berisi ayam bakar, nasi satu porsi tentunya, sambal yang sangat pedas, dan timun. Sederhana, tapi enak! Sayangnya, aku enggak habis. Jadi... ya jangan dipaksa. Tapi, sebentar lagi pentas. Kami menunggu sampai disebutkan acara intinya, yaitu pelepasan kelas VI. Kan mau nyanyi, jadi harus rapi, dong. Lalu, inilah saatnya!! Nama kami disebutkan satu persatu.

    "Lucky! Ashira! Martina! Riska! Bla! Bla bla! Bla bla bla bla!".
    Setelah semuanya rapi, intro dimulai. Kami menyanyikan 4 lagu sekaligus. Sebelum naik ke panggung, kami dikalungi medali dan diberi bunga mawar. Kelasku memang paling beda diantara kelas VI yang dulu.

HYMNE GURU
*
Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
S'bagai prasasti t'rimakasihku 
'tuk pengabdianmu

**
Engkau s'bagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa...
Tanpa tanda jasa...
(Intro)
(Back to * and **)

TERIMAKASIH GURUKU
*
Terimakasihku kuucapkan
Pada guruku yang tulus
Ilmu yang berguna s'lalu dilimpahkan
Untuk bekalku nanti

**
Setiap hariku dibimbingnya
Agar tumbuhlah bakatku
Kan ku ingat s'lalu nasehat guruku
T'rimaksihku guruk

(Intro+Baca Puisi)
Guru Pahlawanku

Andaikata matahari tiada
Dunia akan beku dan bisu
Pelangi tiada akan pernah terpancar
Kehidupan tiada akan pernah terlaksana
Disaat titik kegalauan menghampiri
Terlihat setitik cahaya yang kami cari
Yang nampak dari sudut-sudut bibirmu
Dan gerak-gerik tubuhmu

Guru...
Engkau adalah pahlawan yang tak pernah mengharapkan balasan
Disaat kami tak mendengarkanmu
Engkau tak pernah mengeluh dan menyerah
Untuk mendidik kami

Guru...
Tiada kata yang pantas kami ucapkan
Selain terimakasih atas semua jasa-jasamu
Maafkan kami bila telah membuatmu kecewa
Jasa-jasamu akan kami semat abadi sepanjang hidup kami
Terimakasih guruku, engkau pahlawanku...

(Back to * and **)

PILEULEUYAN

Hayu batur, Hayu batur
Urang kumpul sarerea
Hayu batur, Hayu batur
Urang sosonoan heula

Chorus :
Pileuleuyan pileuleuyan
Sapu nyere pegat simpay
Pileuleuyan pileuleuyan
Paturay patepang deui

*
Amit mundur, Amit mundur
Amit ka jalma nu rea
Amit mundur, Amit mundur
Da kuring arek ngumbara

(Back to Chorus and *)

KEMESRAAN ~ IWAN FALS (Lagu penutup)

Suatu hari dikala kita duduk di tepi pantai
Dan memandang ombak di lautan yang kian menepi
Burung camar terbang bermain di derunya air
Suara alam ini hangatkan jiwa kita

*
Sementara sinar surya perlahan mulai tenggelam
Suara gitarmu mengalunkan melodi tentang cinta
Ada hati membara erat bersatu
Getar seluruh jiwa tercurah saat itu

Chorus :
Kemesraan ini janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini ingin kukenang selalu
Hatiku damai jiwaku tentram di sampingmu
Hatiku damai jiwaku tentram bersamamu

(Back to * then Chorus 2x)


    Nah, begitulah. Lucunya, saat menyanyikan lagu Terimakasih Guruku, aku, Lucky, dan Martina maju ke depan untuk membacakan puisi. Nah, saat itu aku sudah siap berpuisi, tetapi tiba-tiba kabel mic-nya lepas dan jatuh, jadi tidak ada suara di mic-nya. Semuanya langsung bengong. Untung aku segera mengambil kabel tersebut dan memasangnya kembali. Lalu segera berpuisi. Ada yang sengaja aku enggak baca supaya enggak ketinggalan sama lagunya. Ada yang tertawa. Lalu, saat menyanyikan lagu Pileuleuyan, salah satu temanku ada yang terjatuh karena tersandung kabel. Dan itu tidak sengaja terpotret oleh HP Mama. Seusai nyanyi Pileuleuyan, semua teman-temanku tertawa terbahak-bahak. Aduh, bikin malu saja. Yang tahun lalu memang hanya 2 lagu tetapi lancar. Beda dengan kelasku. Memang susah diatur! Namun semuanya langsung berganti suasana. Ketika selesai menyanyikan lagu Kemesraan, Fera maju ke depan untuk membacakan pidato. Ketika akhir-akhirnya, teman-temanku menangis, tapi aku tidak. Fera juga membacakan pidato sambil sesenggukan. Mungkin tersentuh. Tapi aku tidak. Aku hanya sedih. Bahkan teman-temanku yang belum aku lihat menangis, menangis sampai wajahnya merah. Kemudian, aku lihat Pak Halim juga mengusap mata. Sungguh suasananya sangat mengharukan. Kemudian, Bu Guru menerima hadiah besar yaitu oven listrik. Dan Pak Halim mengucapkan salam perpisahan. Selesai itu, kami turun dari panggung dan bersalaman dengan guru-guru.
    Kemudian, teman-temanku masuk ke dalam kelas V sementara aku bersama Mama melihat foto. Lalu, aku mencari teman-temanku dan menemukan mereka semua di kelas V. Suasananya sangat berbeda dibandingkan dengan kalau sedang belajar sehari-hari. Semuanya menangis dalam diam.
    "Kenapa, nih, semuanya? Tenang aja, pasti akan ketemu lagi nanti," kataku ketika masuk ke kelas V.
Kemudian, setelah berhenti menangis, kami berfoto-foto. Untuk kenang-kenangan. Ah, jadi sedih ;(

Teman-teman di kelas VI bersama Bu Guru

Aku sudah lulus! Bawa bunga mawar dan medali!

Annisa lagi pamer medalinya! Ck ck ck!

Riska dan Martina lagi foto, tiba-tiba ada penampakan (Wawan alias Ridwan)

Polos betul gayanya Riska. Tapi senyumnya itu lhoo...

Aku muncul tiba-tiba dari belakang Riska untuk ikut berfoto!

It's all a memories...


    Kapan ya kami ketemu lagi? Kapan-kapan! Enggak usah bersedih segala! Kan masih banyak teman baru di SMP nanti. Ya, kan? Nah, setelah foto-foto, kami keluar dari kelas V, soalnya orangtua anak-anak kelas V mau mengambil rapor. Lalu, kami berfoto lagi dengan kamera. Sayang, aku tak bisa menampilkannya di sini. Oke, deh, see you soon, my friends, take care!! Sampai disini dulu! Bye bye, all!!!

0 comments: