Saturday, November 2, 2013

Pekan Kreatifitas Siswa 2013 yang Menyenangkan!

    Beberapa hari yang lalu di bulan Oktober, tepatnya hari Rabu, 30 Oktober 2013, sekolahku mengadakan acara Study Tour ke Monumen Nasional dan Museum Lubang Buaya. Aku sudah mempersiapkan barang-barang yang kubutuhkan sejak Selasa, 29 Oktober 2013. Hehe... Sebenarnya tanggal 29 Oktober itu adalah hari ulang tahun temanku, Riska. Katanya, dia akan mentraktirku besoknya. Ya sudah, kembali ke cerita...
    Pagi-pagi pukul 03 : 45, sebelum alarm berbunyi, aku sudah bangun karena kepikiran tentang Study Tour beberapa jam lagi. Aku pun menunggu sampai pukul 04 : 00, ketika alarm berbunyi. Kriiiing... Kriiiing... Aku langsung mematikan alarm dan lekas bangun dari tempat tidur. Aku keluar kamar lalu membuat bekal, yaitu nasi goreng dan roti isi selai coklat dan chocolate sprinkles dan membungkusnya dengan plastik press. Setelah selesai membuat bekal, aku sarapan nasi dan nugget pada pukul 04 : 30. Aku pun mandi lalu memakai baju khusus yang diberikan dari sekolah, kaos merah bertuliskan "Pekan Kreatifitas 2013 SD Negeri Cinangka 01". Bawahannya rok putih yang kelonggaran untukku dan akhirnya roknya diperkecilkan dengan cara ditusuk dengan peniti yang besar.
    Setelah bersiap-siap, aku segera memakai kaos kaki putih dan sepatu hitam. Saat itu sudah pukul 05 : 30. Aku pun berangkat dengan berjalan kaki dan diantar Mama sampai depan warung makan masakan Padang. Sesampai di sekolah, aku bertemu dengan Martina yang... Memakai topi! Ya ampun! Topi ku tertinggal di rumah. Aku meminta tolong Martina untuk mengantarku mengambil topi di rumah. Untung di sekolah, temanku yang sudah berangkat baru hanya Dwi yang berseru bahwa aku ribet banget bawaannya, Agam, Aila, Bimo, Nurul, Martina, dan yang lainnya. Di jalan pulang untuk mengambil topi, aku mengobrol dengan Martina.

    "Ashira, aku enggak sabar, nih. Oh ya, kamu bawa handphone, enggak?" tanyanya.
    "Aku juga! Aku bawa nih, di dalam tas kecil," jawabku.
    Sesampai di gang, aku dan Martina bertemu dengan Riska, temanku yang kemarin ulang tahun diceplok. Maksudnya, kepalanya dilempari telur dan tepung terigu. Tapi, karena kasihan, teman-temanku hanya melempari dengan terigu.
    "Riska! Sini, deh!" seru Martina dengan suara lantang. Riska menghampiri.
Martina menjelaskan bahwa aku mau mengambil topi. Lalu kami masuk ke rumahku mengambil topi dan kembali ke sekolah. Ternyata, di sekolah sudah ramai. Di barisan kelas VI, sudah ada Annisa, Yuliah, Tiwi, Intan, Arda, Reyhan (perempuan), Nadya, Prapti, Risma, Sri, dan lainnya. Kemudian, kepala sekolah, Bu Idawati memberi pengarahan, pemberitahuan pembimbing, dan pemberian Lembar Kerja Siswa. Setelah itu kami masuk ke bis. Kelas VI dibagi menjadi 2 yang berbeda bis.
    Sayang sekali, aku dan Martina dengan Riska dan Tiwi berbeda bis. Aku dan Martina di bis III, sedangkan Riska dan Tiwi di bis IV. Di bis III murid kelas VI-nya antara lain, aku, Martina, Annisa, Risma, Sri, Azizah, Prapti, Fikri, David, Ranitha, Nadya, Siska, Dewa, Agung, dan... lupa. Sedangkan di bis IV ada Riska, Yuliah, Tiwi, Reyhan, Nurul, Intan, Aila, Arda, Dwi, Bima, Bimo, Rizky. S., Fajar, Rizky. A., dan... lupa lagi.
    Oh, ya! Ada kabar buruk. PKS nya tidak jadi ke Monumen Nasional. Soalnya katanya ada demo buruk di sana. Jadi sebagai ganti tidak jadi MONAS, maka sekolahku memutuskan untuk mengunjungi Kebun Raya Bogor. Pertama-tama kami akan mengunjungi Museum Lubang Buaya. Di bis, suhunya... Brrr... Dingin! Aku memakai jaket biruku. Aku membawa 3 tas. 2 tas kecil, 1 tas sekolah. Isinya :
- Tas sekolah : - Bekal nasi goreng
                        - Papan
                        - Alat tulis
                        - Buku tulis kosong
                        - Tissue, Hand Moisturizer, Tissue basah, sabun cair,         payung, dan plastik
                        - Air mineral
- Tas kecil 1  : - Mukena
                        - Makanan ringan
                        - 2 Minuman Isotonik
- Tas kecil 2  : - Handphone
                        - Kamera
                        - Uang

    Di  perjalanan, aku tak hentinya bernyanyi. Aku menyanyikan lagu-lagu yang ku tahu dari handphone teman-temanku. Teman-teman di bis III tidak ingin bis IV menyusulnya. Makanya, aku SMS terus-menerus ke Riska untuk menanyakan kalau dia sudah menyusul bis III atau belum.Tapi, di bis III ada yang membuat aku sebal. Alif, anak kelas V yang mengaku orang Belanda, mengganggu aku dan Martina terus-menerus. Saat aku dimintai tolong Martina untuk membuang kemasan makanannya, aku melempar sampah Martina ke tempat sampah. Namun, tepat saat sampah akan jatuh ke tempatnya, kaki Alif menyingkirkan tempat sampahnya ke pinngir sehingga sampah tadi tidak masuk ke tempatnya.
    "Ashira, buang sampah pada tempatnya! Nanti bis ini jadi kotor," tegur Pak Haji Satiri.
Dengan cemberut, aku memungutnya dan membuang sampah di tempat sampah yang lain. Sekilas kulihat Alif tersenyum angkuh.
    Sesampai di Museum Lubang Buaya, banyak yang kulihat di sana. Ini kan pertama kali aku ke Museum Lubang Buaya. Lalu dari kelas I - VI berbaris dengan tertib di depan gerbang menuju Monumen Pancasila Sakti. Lalu Bu Idawati memberikan pengarahan dan memberitahu siapa pemandu tiap kelas. Pemandu kelas V dan kelas VI adalah seorang ABRI yang bernama Kak Marso. Para pembimbing dan guru-guru lain hanya mengikuti pemandu sambil mengamati. Kak Marso menceritakan sejarah tentang pemberontakan PKI (Partai Komunis Indonesia), dan jenderal-jenderal yang meninggal dan yang selamat. Lalu, sambil mendengarkan, aku mengisi soal-soal yang ada di LKS. Lalu, Kak Marso memandu kami ke Museum Pengkhianatan PKI, Rumah Penyiksaan, Sumur Maut, dan lainnya. Kata Kak Marso, Sumur Maut-nya masih ada bekas darahnya. Tapi, yang aku lihat hanya seperti ada lampu berwarna merah dari dalam. Sama sekali tidak terlihat bekas darahnya. Tapi, saat aku memotretnya lewat kamera, barulah darahnya terlihat.




    Lalu, aku dan teman-teman kelas VI menonton tentang penculikan jenderal-jenderal, dan ketika tubuh para jenderal itu dimasukkan ke dalam Sumur Maut yang dalamnya 12 meter di ruang teater. Setelah selesai, kami diperbolehkan jajan. Hm... Lumayan. Ada tempat jajannya. Sayangnya, Martina lupa membawa uang.
    " Inul, aku traktir aja. Kan kemarin aku ulang tahun," kata Riska.
Hihi... Martina memang lebih sering dipanggil "Inul".
    " Aku juga mau, dong!" seruku.
    Kami mengambil makanan yang kami mau, tapi Riska bayarin. Enak kan?
    Aku dan Martina masuk ke bis. Kata Pak Hariyanto, boleh istirahat 20 menit. Aku dan Martina main ke bis IV. Hmm... Bis IV walau kecil tapi wangi. Di barisan tengah, ku lihat Riska dan Tiwi duduk sambil makan bekalnya. Lalu, kami mengobrol. Saat masih ada waktu 10 menit, aku dan Martina mau keluar dari bis IV. Saat mau keluar lewat pintu belakang, kami berdua bertemu dengan Bimo, temanku yang suka menyontek sama aku dan Martina sekaligus ketua kelas.
    "Mo, kamu ulang tahun, ya, sekarang? Kata kamu, kamu mau traktir kita berdua?" tanya Martina.
    "Oh iya. Tunggu dulu," katanya. Ia mencari-cari di kantong tasnya.
Lalu ia memberi kami uang Rp. 10.000,00.
    "Beneran, nih? Makasih, deh!" ucapku meninggalkan bis IV.
    Martina beli satu botol Fanta. Sedangkan aku tidak membeli apa-apa karena perutku sudah kenyang. Di bis III, aku bernyanyi lagi.
    "Ini dia! Artis cilik yang belum terkenal!" canda Annisa sambil cekikikan karena suaraku hampir habis dan serak.
    "Menurutku, suara Ashira bagus!" kata Martina.
    "Tau, ah! Pokoknya suara aku bagus dan cocok menjadi artis. Mending aku main handphone Azizah," kataku menghiraukan perkataan mereka. Sambil makan, aku memainkan HP Azizah yang canggih (menurutku).
    Waktu istirahat sudah habis. Sekarang, kami akan mengunjungi Kebun Raya Bogor. Di bis, aku membongkar tas ku dan merapikannya kembali. Di plastik makanan ringanku, aku melihat chocolate 'Silver Queen'.
    "Yaah... Lupa!" seruku. Martina menoleh.
    "Ada apa, sih?" tanyanya heran.
    "Lupa mau kasih cokelat ini ke Riska. Yang kemarin kita rencanain itu lho...," jawabku sembari memutar-mutar telunjuk di kepala.
    "Ohohoh... Ya, aku tahu itu," balas Martina cekikikan. Kemudian bis sampai di tujuan.
    Di Kebun Raya Bogor, kami menunggu lamaaa sekali. Entah menunggu apa. Jadi, kami hanya bermain-main, berfoto-foto, dan mengobrol.
 








                                                                                                   

 





    Setelah boleh masuk, kami diperiksa oleh mbak-mbak untuk memastikan tak ada yang membawa barang berbahaya. Tapi, ketika kami duduk di rerumputan yang terawat untuk mengisi soal, Pak Hariyanto berkata,
    "Anak-anak, jangan mengisi LKS dulu. Silakan makan-makan atau berkeliling. Tapi jangan jauh-jauh berkelilingnya,"
Aku dan teman-temanku memilih berkeliling. Karena kami sudah makan di bis. Aku bernyanyi-nyanyi. Aku menyanyikan lagu One Direction yang berjudul Best Song Ever, Nikka Costa yang berjudul My First Love (Haha... Lagu lama), dan lain-lain. Sebetulnya, aku diledek oleh teman-teman yang bukan teman dekatku. Tapi, biasalah, suka-suka aku. Bukan kehendak mereka untuk melarangku bernyanyi. Oh ya, aku berfoto-foto juga. Walau foto yang ku potret di Kebun Raya Bogor hanya beberapa.















    Lalu, ibu-ibu dewan kelas mengadakan games dan quiz. Yang benar dapat hadiah. Tapiii... Lama banget menunggu giliran kelas VI yang bermain. Sudah gerimis, kebanyakan ibu-ibu yang mainnya, dan ketika giliran kelas VI, malah orang lain yang maju menjawab kuis. Padahal aku ingin juga. Akhirnya aku dan Martina memutuskan untuk kembali ke bis.
 

                                                                            Ini adalah Olivia Raffles Monument



    Karena tak tahu arah, kami ikutin saja teman-teman kelas VI berjalan. Sambil itu, aku mengerjakan LKS. Oh ya, aku juga mampir ke Museum Zoologi Bogor. Aku hanya melihat-lihat saja walau tak tertarik. Saat itu aku sudah merasakan pusing, sakit perut, dan tidak enak badan.
    "Aku sebel, deh. Kita kan ke sini buat nambahin nilai. Bukannya buat ibu-ibu bermain yang menyita waktu," keluh Martina. Aku mengangguk setuju.
    "Dari tadi aku merasa ada yang mengikuti kita," kata ku mengada-ada.
Akan tetapi, itu memang benar. Walau aku tak tahu itu siapa, aku selalu melihatnya bersembunyi ketika kami menoleh atau mereka pura-pura sibuk. Aku tahu siapa waktu itu, tapi sekarang lupa. Akhirnya kami meninggalkan Museum Zoologi Bogor. Kami keluar pintu gerbang 1. Lalu membeli makanan. Kami disuruh menunggu karena bisnya pergi entah ke mana.
    Kemudian, aku dan teman-teman membeli kalung persahabatan. Tapi, punyaku rusak. Jadi aku beli yang liontinnya bagus. LKS milikku belum sepenuhnya diisi. Tinggal yang 10 macam tumbuhan di Kebun Raya Bogor beserta asalnya, bangunan yang memiliki symbol kenegaraan, dan tahun berdirinya Kebun Raya Bogor. Dengan terpaksa, aku mengisi asal-asalan. Karena hari sudah sore dan aku sudah pusing karena kecapekan. Sedangkan yang lain sibuk mengerumuni artis entah siapa dan sekumpulan orang asing dari sebuah bis. Aku hanya duduk-duduk di rumput. Hanya Martina yang setia menyemangatiku untuk tidak pingsan.
    "Capek... Pengen muntah!" teriakku.
Dengan segera Martina memberiku kantong plastik hitam untuk aku muntah. Aku muntah sedikit demi sedikit. Pandanganku gelap. Memang kalau aku kecapekan pasti pusing.
    "Ashira kenapa?" tanya sebuah suara. Aku tidak bisa melihat. Yang aku rasakan hanyalah tanganku memegang pagar.
    Untunglah, aku mendengar suara "yes!" di sekelilingku. Pasti bis sudah datang. Aku dituntun teman-temanku masuk ke dalam bis. Lalu, bis kami pulang. Setelah terkena AC yang dingin, aku langsung merasa lebih baik. Walau tadi aku merasa pusing, kini tidak lagi. Aku merasa sehat dan senang. Saat di jalan pulang, aku menonton film hantu. Hahahaha... Lucu sekali! Soalnya film ini ber-genre komedi. Aku senang sekali. Pulang nanti, aku akan langsung mandi. Baju ku sudah kotor, dan rambutku bau terkena debu, dan tubuhku berkeringat. Pekan Kreatifitas Siswa 2013 kini sangat menyenangkan. Semoga, sebelum ku tinggalkan sekolah ini, akan ada Tour khusus kelas VI!!!


                                                       THE END

4 comments:

Sary Melati | @saryahd said...

Ade koq gak cerita sama Mama soal yg pusing dan muntah2nya waktu di Kebun Raya Bogor?

Ceritanya seru, ade juga nulisnya keren. Nanti lain kali kalau pake foto bukan hasil jepretan sendiri (Ade cari di Google), kasih tau ya, dapet fotonya dari mana :)

Ade emamg keren deh..!

Dewie Zul said...

ayoo semangat terus menulisnya ya..

Ashira Day said...

Sary Melati | @saryahd: Lha? Ade ceritain sih! Foto Olivia Raffles Monumentnya memang dari google, soalnya yang jepret sendiri ke hapus. Ade juga gak tahu cara nulis nya dari google.


Ade Pasti Selalu Keren!

Ashira Day said...

Dewie Zul: Makasih banyak dukungannya.