Sunday, July 28, 2013

The Mysterious House

   Perkenalkan, namaku Emilia. Panggil aku Emily. Aku sudah berumur 10 tahun. Aku tinggal bersama Ibu, Ayah, dan kakakku, Kak Lilliane atau Lily.
     Pada suatu hari, aku dan sekeluarga akan pindah rumah karena rumahku akan dibeli oleh keluarga Danners, keluarga teman Ayah. Sedangkan aku dan keluarga akan pindah ke rumah yang sudah lama dibiarkan kosong. Kabarnya rumah itu berhantu. Hiii... Jadi takut. Tapi aku berusaha melupakan itu. Menurut kabar, rumah yang akan kutinggali itu sudah sangat tua. Namun, dindingnya masih tetap kokoh. Konon, waktu rumah itu masih dihuni, hiduplah keluarga kecil, yaitu ayahnya, dan dua anak kembarnya. Ketika ayahnya sedang mencari nafkah, ibu kandung si dua anak kembar yang sudah bercerai dengan suaminya itu membunuh dua anaknya di sebuah kamar. Lalu, jenazahnya disembunyikan di bawah kolong tempat tidur. Dan ketika ayahnya sudah pulang, ia kebingungan mencari kedua anak kembarnya. Lalu, setelah dicari, ia menemukan jenazah kedua anaknya yang berlumuran darah di bawah kolong tempat tidur. Ia kecewa, lalu bunuh diri dengan terjun dari jembatan lalu tenggelam di sebuah sungai. Begitulah ceritanya...

     Aku sedang merapikan barang-barang ku ke dalam koper berwarna biru muda. Besok keluarga ku akan berangkat ke rumah itu dengan berjalan kaki dan barang-barangnya diangkut oleh sebuah truk besar. Rumah baru kami memang lumayan dekat. Kami akan berangkat pukul 08:00 pagi. Sedih juga meninggalkan rumah ini. Tapi, mungkin di rumah baru juga akan tak kalah menyenangkan. Esoknya, ketika keluarga Danners juga sudah datang untuk menghuni rumah duluku, kami pun juga berangkat. Sesampai di sana, kami langsung membereskan barang-barang. Rumah baruku berwarna putih dan besar. Rumahnya juga bertingkat, tidak seperti rumahku yang dulu. Luas namun tidak bertingkat. Terdapat tiga kamar di atas untuk Ayah dan Ibu, aku, serta Kak Lily.Jadi aku berbeda kamar dengan Kak Lily, tapi bersebelahan. Dapurnya bersih, berada di lantai bawah.Pokoknya rumahnya bagus.
    Seminggu kemudian setelah pindah ke sini, malam-malam, ketika aku akan tidur, ada yang membuatku gelisah, namun aku tidak tahu apa yang membuatku gelisah. Akhirnya aku keluar kamar untuk meminum susu coklat. Tapi, aku merasa ada yang mengikutiku. Siapakah itu? Jangan-jangan hantu dua anak kembar itu. Memang tidak ada yang tahu disembunyikan di kamar yang mana jenazah dua anak itu.
Jangan-jangan jenazah anak-anak itu disembunyikan di kamar aku... Ah! Tak mungkin! Pikirku khawatir. Aku mengeluarkan susu coklat dari kulkas. Aah... segarnya! Sehabis itu, aku menggosok gigi lalu kembali tidur.

Esoknya...
    " Bu, aku main keluar, ya!" ujarku berlari melewati lorong lalu keluar.
    " Ya! Hati-hati!" jawab Ibu mengzinkan.
Aku keluar bersama Kak Lily. Aku mau bermain sepeda. Sedangkan Kak Lily membaca buku di sebuah kursi lipat.
    " Hati-hati, lho! Nanti kamu menginjak kuburan dua anak kembar itu lalu arwahnya marah dan menghantui kamu!" ujar Kak Lily menakut-nakuti aku.
    " Enggak bakal. Kakak kira aku takut? Enggak! Aku enggak takut!" balasku.
    " Hufh!" ucap Kak Lily. Aku menjulurkan lidah. Bleee...
Sorenya...
    Ketika waktunya minum teh bersama, aku segera ke ruang makan. Aku melihat Ibu sedang menuangkan teh rosella.
    " Emy, Lily, mau tidak Ibu menyewa pembantu untuk membantu urusan-urusan kita?" tanya Ibu ramah.
    " Eh, mau!" jawab aku dan Kak Lily serempak.
Lalu, minum teh bersama dimulai.

                           Bersambung

16 comments:

RedCarra said...

Halooo Ashira :D

Tulisannya keren bangettt!! Ga ngira kalo masih 10 tahun kalo ga dikasih tau mamanya :)))

Ashira suka cerita horror yaa hahaha... Tante jadi takut bacanya :D

Keep writing yaa.. banyak baca :D Nanti akan semakin bagus nulisnya ^^

Semangaaattt!!

E. Novia Wahyudi said...

Wah, tulisannya bagus banget.


Tante sampai ngebayangin berada di rumah itu, ih serem ya.

Anita Handayani said...

Hy Ashira,
Salam kenal
Bagus banget tulisan ttg rumah barunya
ada tanda baca disetiap percakapan
Ashira, apa benar ada kuburan didekat rumah barumu?

Ashira Day said...

RedCarra: Terima kasih banyak Tante. Aku bikinnya pas ada inspirasi, sih.

Ashira Day said...

E. Novia Wahyudi: Terima kasih Tante. Kayaknya,sih memang seram.

Ashira Day said...

Anita Handayani: Terimakasih, Tante. Tapi, itu kan cuma karangan. Bukan kisah nyata. Di rumahku juga enggak ada kuburan.

Vica Item said...

Salam kenal Ashira. Ceritanya seru...Terusin dong. Ditunggu loh.

Ashira Day said...

Vica Item: Salam kenal juga. Terimakasih yaa.. ceritanya yang kedua sudah dipublish dan yang ketiga masih dalam penulisan.

Ika Hardiyan Aksari said...

Hai Asyira, salam kenal dari Mbak Ika :)
Semangat menulis ya? Kamu beruntung banget, kecil-kecil sudah pintar menulis :)

Ashira Day said...

Ika Hardiyan Aksari: Makasih, Mbak Ika.

Astin Astanti said...

Hi Ashira, salam kenal ya Nak...
Ceritanya keren, menuturkan apa yang terlibat dalam ceritanya...

Ashira Day said...

Astin Astanti: Salam kenal juga. Terimakasih, Tante, karena udah baca ceritaku.

dewi rieka said...

Selamat cantiik, ceritanya runtut, enak dibaca...ditunggu lanjutannya :)

Ashira Day said...

dewi rieka: Terimakasih. Kalo enggak salah, aku punya buku berjudul Melacak Penulis Misterius. Nama penulisnya kayak nama Tante.

Asyah Day said...

Bagus, deh ceritanya. serem...

Ashira Day said...

Daripada Kakak enggak ada apa-apanya cerita SMC.